PROFIL

Kamis, 24 Maret 1994 sekitar jam 9 malam, detik pertama saya menghirup semilir udara segar, peralihan dunia sontak membuat saya tak bisa menahan tangis, dunia yang biasa gelap kini tetiba menjadi cerah dan penuh warna. Itulah fitrah manusia, disetiap sebuah peralihan mengundang respon emosional yang tak bisa dipendam, meskipun peralihan itu baik.

Saya Janda (Jawa Sunda), putra pertama dari pasangan Sjaiful Anwar dan Ayi Syarifah, Ayah berasal dari Surabaya dan Ibu Lembang (Bandung asli).

Dilahirkan di tanah penuh sejarah; Bandung, dan masa kecil saya dihabiskan di Bandung jadi Bahasa Sunda saya lancar tapi gak bisa Bahasa Jawa (masih belajar).

Ayah saya adalah seorang organisator, sedari kecil sering kali menanamkan nilai nilai kepemimpinan, seperti berani untuk berbicara di depan umum, berani untuk mengungkapkan pendapat, berani untuk memimpin, saya tumbuh dibesarkan dengan nilai nilai tersebut.

Saat SD saya senang memimpin, hingga dipilih jadi ketua kelas, jadi yang selalu inisiatif. SMP saya mulai ikut aktif berorganisasi. Saya mulai ikut proses kaderisasi organisasi.

Saya senang dengan design, hobi ini dimulai dari sejak kecil saya senang menggambar, kemudian mulai merambah ke software, hingga kini hobi dengan design grafis dan video editing.

Saya senang membaca buku, ada kepuasan dalam hati yang tak bisa dideskripsikan ketika mendapatkan sebuah ilmu atau wawasan yang kemudian menuntut untuk dilakukan.

Saat masa kuliah, itu pertama kali saya coba untuk naik gunung, waktu itu Gunung Gede 2958 mdpl yang jadi first-impression saya, ternyata mendaki gunung itu asyik! banyak filosofi yang direnungkan.

It’s always further than it looks. It’s always taller than it looks. And it’s always harder than it looks.”, 3 Rule of Mountaineering

Saya seorang pemikir, seorang yang penuh dengan rencana, “perasa”, terkadang agak introvert, mungkin kebutuhan “me time” saya lebih banyak dari orang biasanya. Bukan tidak senang bersosialisasi, hanya saja mencoba fokus dengan apa yang ingin saya capai. Tapi akhirnya saya mampu membuat keduanya berimbang, bersosial dengan baik namun tetap fokus dengan tujuan hidup.

Saya juga orang yang terbiasa dengan berbicara dalam sebuah forum atau di depan umum, bahkan mungkin saya suka dengan itu.

Tapi dari kesemua karakter yang melekat dalam diri, saya mencoba mengorganisasi kesemua karakter itu agar tetap di garis yang lurus (stay on the line), tetap fokus dengan tujuan hidup saya.

Ya, itulah saya, mengayuh langkah menuju tujuan hidup 🙂

 

 

Advertisements