Ditolak Muhammad

Suatu ulama terkenal diajak dialog oleh salah seorang lelaki. Saat itu kebetulan ia berada di satu mobil yang sama dalam melakukan perjalanan. Kemudian di sela-sela obrolan mengisi waktu perjalanan lelaki itu berkata, “Ustadz, enak ya ustad sekarang dikenal sama banyak orang, apalagi di Indonesia”.

“Dek, bukan itu sebenarnya yang saya pikirkan sekarang” pungkas sang ustadz. “Yang saya khawatirkan saat ini adalah apakah nanti di hari akhir (akhirat) Rasulullah akan mengenal saya atau tidak?, Akankah beliau mengenali saya sebagai insan yang termasuk kedalam umatnya tau tidak?”, lanjut Ustadz.

Bisa anda bayangkan, ketika hari itu umat manusia dibangkitkan sendiri2, tanpa kenal sanak sodara. Namun dari kejauhan nampak sekelompok orang berkumpul dalam satu golongan.

Unik memang kehidupan ini, kehidupan utama seorang muslim itu adalah kehidupan setelah mati, kampung akhirat. Namun dunia sungguh amat teramat silau dan menyilaukan. Jangan sungkan untuk berkata tidak untuk menolak cinta pada dunia. bersabar sedikit untuk sesuatu yang kekal.

Sekali lagi, coba Anda rasakan betapa bagaimana rasanya ditolak oleh Rasulullah..

Advertisements

PAHLAWAN KESIANGAN

Setelah sebelumnya sempet nulis juga tetang spasi juga di akun instagram; sebagai refleksi diri. Kali ini sedikit kesiangan, maaf. Mohon maaf atas kesiangannya. Sedikit cerita (tidak bermaksud mengeneralisir), saya bukan orang yang mudah dalam menentukan pilihan (maksudnya sering terjadi seperti ini). Butuh waktu untuk mempertimbangkan satu dan lain hal. Ya, sebagian orang mungkin ada saja yang terbiasa cepat dalam mengambil keputusan. “Cepat” artinya bukan tanpa pertimbangan. Terkadang perlu waktu bagi saya tuk memutuskan suatu pilihan.

orang-orang bilang,

“You are too slow, You are not a good decision maker, Bro.”

simplenya, banyak Loading-nya kamu mah. orang lain mah udah kemana.

Waktu terus berputar, ibarat seseorang diberikan waktu untuk menulis paragraf secara spontan. Disaat orang lain sudah memulai mengambil langkah untuk menuliskan sesuatu, ibu jari ini masih terpaut dengan “spasi”(berpikir, mempertimbangkan hal apa ya yang sebaiknya ditulis). Saat orang sudah lanjut memasuki paragraf kedua, saya masih saja akrab dengan “spasi”.

Continue reading “PAHLAWAN KESIANGAN”

MASALAH GANTUNGAN

Waktu itu hari Ahad, langit mulai memerah lembayung mengakhiri siang di hari itu. Sepulang Majelis3 (majelis rutin alumni SMA) di luar kota (Cimahi), akhirnya sampailah di depan rumah. Gelap, lampu rumah semuanya mati, dan pagar digembok. Gatau harus kemana, akhirnya pergi ke masjid sambil menunggu waktu isya tiba dan melepas lelah.Selesai tahiyyat sunnah rawatib, seorang ustadz menghampiri dengan wajahnya yang berseri, bersih juga bikin tenang kalo diliat. Bapak Mustafa.Lc, beliau adalah guru tercinta, meski belum lama saya belajar pada beliau tapi sesuatu membuat saya terkagum kagum dengan beliau, merantau dari Jawa tengah tapi tak sekali nampak logat medoknya, mungkin udah lama juga di Mesir kali ya.

Continue reading “MASALAH GANTUNGAN”

DUAPULUH

Terkadang kita terlalu sering menempatkan spasi dalam perjalanan hidup ini. Begitu banyak peristiwa terjadi pada diri, sedih susah senang menjadi bumbu perjalanan hidup namun tak jarang kita lupakan begitu saja tiap momen yang terjadi, sehingga hidup ini terasa sangat singkat seperti seperti waktu yang dilipat.Allahuakbar Allahuakbar… , adzan subuh berkumandang merdu bersautan menyapa
udara dingin Lembang, kalimat indah  sapaan Tuhan pada makhluknya untuk beribadah. Dinginnya ubin penghilang kantuk seketika. Mengikuti kebiasaan baik sang kakek yang senantiasa terbiasa pergi ke masjid disetiap waktu shalat.

Continue reading “DUAPULUH”

KATANYA CINTA

Sadarkah hati ini betapa terlampau seringnya qalbu ini tersibukkan dengan sesorang/sesuatu yang kita cinta, jatuh bangun lakukan ini korbankan itu yang memang dirasa ‘mengasyikkan’, ‘menggiurkan’, hingga lupa bahwa disisi lain, disuatu tempat entah dimana ada yang telah mencintai kita lebih dari rasa cinta yang selama ini kau harapkan namun kau anggap angin lalu. LUPA memberikan ruang untuk ‘seseorang’ yang ternyata sudah lama membeti cinta bahkan mentaun taun lamanya

“Tidakkah kau malu jikalau ternyata nafas yang kau hirup tiap pagi itu pemberiannya, bahkan sesuap nasi yang kau makan di pagi, siang, malam tak luput dicukupkannya, sementara kau acuhkan begitu saja ‘CINTA’ nya? ”

Continue reading “KATANYA CINTA”