Ditolak Muhammad

Suatu ulama terkenal diajak dialog oleh salah seorang lelaki. Saat itu kebetulan ia berada di satu mobil yang sama dalam melakukan perjalanan. Kemudian di sela-sela obrolan mengisi waktu perjalanan lelaki itu berkata, “Ustadz, enak ya ustad sekarang dikenal sama banyak orang, apalagi di Indonesia”.

“Dek, bukan itu sebenarnya yang saya pikirkan sekarang” pungkas sang ustadz. “Yang saya khawatirkan saat ini adalah apakah nanti di hari akhir (akhirat) Rasulullah akan mengenal saya atau tidak?, Akankah beliau mengenali saya sebagai insan yang termasuk kedalam umatnya tau tidak?”, lanjut Ustadz.

Bisa anda bayangkan, ketika hari itu umat manusia dibangkitkan sendiri2, tanpa kenal sanak sodara. Namun dari kejauhan nampak sekelompok orang berkumpul dalam satu golongan.

Unik memang kehidupan ini, kehidupan utama seorang muslim itu adalah kehidupan setelah mati, kampung akhirat. Namun dunia sungguh amat teramat silau dan menyilaukan. Jangan sungkan untuk berkata tidak untuk menolak cinta pada dunia. bersabar sedikit untuk sesuatu yang kekal.

Sekali lagi, coba Anda rasakan betapa bagaimana rasanya ditolak oleh Rasulullah..

Advertisements

Kehidupan Ekonomi Masa Jahiliyah

Aktifitas ekonomi yang dilakukan bangsa Arab-sebelum Islam datang-amat sangat terbatas. Dimana aktifitas mayoritas penduduk jazirah Arab adalah menggembala dan berternak binatang. Sampe-sampe orang yang beraktivitas di bidang pertanian dan perdaganganpun tidak bisa lepas dari peternakan. Petani butuh hewan untuk aktivitas di pertaniannya, dan pedagang menggunakan hewan untuk mengangkut brang dagangannya, bahkan tak jarang menjadikannya sebagai barang dagangan yang diperjual belikan.

Continue reading “Kehidupan Ekonomi Masa Jahiliyah”

HAPPY KP LIFE!

Sebuah episode hidup saya keluar dari zona nyaman, menginjakkan kaki pertama kali ke daerah Kalimantan Timur. Meski singkat hanya kurang lebih hampir 2 bulan disana tapi banyak pengalaman hidup yang didapat, grouping temen baru, suasana baru, exposure tersendiri ketika melihat langsung kultur di industri migas. It was all paid off if compared with any cost that I spent!

Penerapan Ekonomi Islam

Ekonomi merupakan tonggak dasar bagi umat Islam, jika ekonomi kuat maka dengan mudah umat dapat merealissikan kecukupannya, menjaga kemandiriannya dan membantu dalam melaksanakan risalahnya. Tanpa itu umat islam tidak akan stabil dan mapan kondisinya. Ekonomi yang kuat tidak mungkin dapat dicapai bila kita tidak membangunnya dengan aqidah yang lurus, dasar dan cabang-cabangnya tidak bermuara dari syariatnya, mandiri sumbernya dari berbagai madzhab konvensional, dan mencukupkan dengan metodologi produk manusia.

مَنْ اتَّجَرَ قَبْلَ أَنْ يَتَفَقَّهَ ارْتَطَمَ فِي الرِّبَا ثُمَّ ارْتَطَمَ ثُمَّ ارْتَطَمَ

“Barangsiapa yang berdagang namun belum memahami ilmu agama, maka dia pasti akan terjerumus dalam riba, kemudian dia akan terjerumus ke dalamnya dan terus menerus terjerumus.” Ali bin Abi Thalib

لَا يَتَّجِرْ فِي سُوقِنَا إلَّا مَنْ فَقِهَ أَكْلَ الرِّبَا

Janganlah seseorang berdagang di pasar kami sampai dia paham betul mengenai seluk beluk riba.” Umar Bin Khattab (Lihat Mughnil Muhtaj, 6: 310)

Continue reading “Penerapan Ekonomi Islam”

KAIDAH DA’WAH

Hidup adalah pilihan, termasuk dalam hal keyakinan. Soal kepercayaan ini sangatlah penting bagi saya, karena keyakinan akan mempengaruhi cara pandang seseorang dalam memahami sesuatu. Domain berpikir sesorang akan sangat dipengaruhi oleh apa yang diyakininya. Maka nilai kebenaran itu bisa jadi berbeda bagi setiap orang, relatif terhadap apa yang diyakininya. Maksudnya, kita harus tetap bertoleransi atas apa yang diyakini oleh orang lain. Tentunya bertolransi dalam makna keyakinan kami (islam), karena Islam juga mengajari kepada bagaimana harus bertoleransi (ada kaidah-kaidahnya juga).

Kembali ke tentang pilihan, saya memiliki pilihan, kehendak bebas untuk memilih keyakinan mana yang saya yakini, dan pilihan saya adalah menjadi seorang muslim (penganut agama islam).

Continue reading “KAIDAH DA’WAH”